| |||||||||||||||||||||||||||
Senin, 18 November 2013
Yang Perlu Diperhatikan Dari Pemasaran Produk Jasa Perbankan
Kamis, 07 November 2013
Bantaeng Butta Toa
Kabupaten Bantaeng pada masa lampau
sebenarnya merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh rajanya yang pertama
bernama Mula Tau yang bergelar To Toa yang pada waktu itu nama kerajaannya
adalah kerajaan Bantayan dengan dibantu oleh 7 pemimpin dari 7 kawasan kerajaan
yang berada dikawasan yang dikuasai oleh Raja Mula Tau, tetapi banyak orang
yang belum mengetahui daerah bantaeng sebelum terbentuk kerajaan adalah tempat
yang seperti apa. Menurut sejarah yang telah dikumpulkan oleh beberapa peneliti
atau sejarawan beserta buku-buku sejarah yang menuliskan tentang sejarah ini
menyatakan bahwa bantaeng dulunya adalah tempat dimana ribuan bahkan jutaan
darah para pejuang dan penjajah tertumpah, bantaeng juga merupakan tempat
pembantaian dan pembuangan mayat-mayat manusia yang telah gugur di medan perang
maupun korban penganiayaan dari berbagai wilayah di sejumlah kerajaan di
sulawesi, sampai sampai bantaeng merupakan daerah yang di keramatkan dan setiap
orang yang masuk kedalam kawasannya kadang tidak kembali lagi karena didalamnya
penuh dengan bahaya yang tidak mampu diperkirakan oleh orang pada saat itu.
Sebenarnya tanah bantaeng merupakan tanah paling tua dan paling banyak
mempunyai sejarah dan silsilah, tetapi itu semua sedikit demi sedikit
terlupakan dan hilang ditelan waktu dan disembunyikan oleh para raja yang
memimpin bantaeng pada masa lampau, asal kata bantaeng sebenarnya adalah
"Pembantaian" atau tempat pembantaian sehingga belanda pada saat
menjajah wilayah tersebut memberikannya nama "Bonthain".
Pada masa Kerajaan Bantaeng rakyat dipimpin oleh seorang Raja dengan gelar Karaeng, yang mana pada saat itu memiliki kekuasaan yang sangat besar di daerah ini, ada beberapa karaeang yang pernah memerintah di daerah ini yaitu :Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng, yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi, yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua” :
Pada masa Kerajaan Bantaeng rakyat dipimpin oleh seorang Raja dengan gelar Karaeng, yang mana pada saat itu memiliki kekuasaan yang sangat besar di daerah ini, ada beberapa karaeang yang pernah memerintah di daerah ini yaitu :Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng, yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi, yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua” :
- Sesudah Mula Tau, maka Raja kedua yang memerintah yaitu Raja Massaniaga pada tahun 1293.
- Pada tahun 1293 - 1332 dipimpin oleh To Manurung atau yang bergelar Karaeng Loeya.
- Tahun 1332 - 1362 dipimpin oleh Massaniaga Maratung.
- Tahun 1368 - 1397 dipimpin oleh Maradiya.
- Tahun 1397 - 1425 dipimpin oleh Massanigaya.
- Tahun 1425 - 1453 dipimpin oleh I Janggong yang bergelar Karaeng Loeya.
- Tahun 1453 - 1482 dipimpin oleh Massaniga Karaeng Bangsa Niaga.
- Tahun 1482 - 1509 dipimpin oleh Daengta Karaeng Putu Dala atau disebut Punta Dolangang.
- Tahun 1509 - 1532 dipimpin oleh Daengta Karaeng Pueya.
- Tahun 1532 - 1560 dipimpin oleh Daengta Karaeng Dewata.Tahun 1560 - 1576 dipimpin oleh I Buce Karaeng Bondeng Tuni Tambanga.
- Tahun 1576 - 1590 dipimpin oleh I Marawang Karaeng Barrang Tumaparisika Bokona.
- Tahun 1590 - 1620 dipimpin oleh Massakirang Daeng Mamangung Karaeng Majjombea Matinroa ri Jalanjang Latenri Rua.
- Tahun 1620 - 1652 dipimpin oleh Daengta Karaeng Bonang yang bergelar Karaeng Loeya.
- Tahun 1652 - 1670 dipimpin oleh Daengta Karaeng Baso To Ilanga ri Tamallangnge.
- Tahun 1670 - 1672 dipimpin oleh Mangkawani Daeng Talele.
- Tahun 1672 - 1687 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Baso ( kedua kalinya ).
- Tahun 1687 - 1724 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Ngalle.
- Tahun 1724 - 1756 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Manangkasi.
- Tahun 1756 - 1787 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Loka.
- Tahun 1787 - 1825 dipimpin oleh Ibagala Daeng Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang.
- Tahun 1825 - 1826 dipimpin oleh La Tjalleng To Mangnguliling Karaeng Tallu Dongkonga ri Bantaeng yang bergelar Karaeng Loeya ri Lembang.
- Tahun 1826 - 1830 dipimpin oleh Daeng To Nace ( Janda Permaisuri, Kr. Bagala Dg. Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang ).
- Tahun 1830 - 1850 dipimpin oleh Mappaumba Daeng To Magassing.
- Tahun 1850 - 1860 dipimpin oleh Daeng To Pasaurang.
- Tahun 1860 - 1866 dipimpin oleh Karaeng Basunu.
- Tahun 1866 - 1877 dipimpin oleh Karaeng Butung.
- Tahun 1877 - 1913 dipimpin oleh Karaeng Panawang.
- Tahun 1913 - 1933 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi.
Rabu, 06 November 2013
7-Hal Penting Memasarkan Produk
Kegiatan pemasaran atau memasarkan sebuah produk atau jasa tidak semata-mata bagaimana menjual dan memperoleh profit diakhir aktifitas itu. Kegiatan memasarkan atau marketing adalah kegiatan untuk memberitahu dan menawarkan dan menjual produk atau jasa yang diperlukan konsumen.Yang perlu diperhatikan adalah produk atau jasa tersebut ditawarkan kepada pasar atau konsumen yang tepat, sesuai target marketnya. Kita tidak mungkin menawarkan produk yang jauh dari kebutuhan konsumen. Berasa gak nyambung aja.Kata orang, kegiatan pemasaran adalah kegiatan diagnosa. Kita, yang punya produk, harus tahu betul apa yang diinginkan konsumen, sehingga ‘obat’ bisa diberikan dengan tepat. Jangan sampai, obatnya mahal tapi gak tepat penggunaanya, sehingga akan sia-sia dalam waktu dan biaya.Seheboh apapun kegiatan menawarkan sebuah produk atau layanan jasa kepada konsumen yang sama-sekali tidak tepat adalah tindakan yang kurang tepat. Pertama-tama, agar semuanya tepat, produk yang akan ditawarkan harus berdasarkan pengetahuan tentang kebutuhan pasar.Ada beberapa hal dalam memasarkan produk atau jasa usaha kita yang perlu diperhatikan sebelum menjadi kesalahan fatal.1. Tentukan waktu yang tepat. Yup. Tentukan kapan waktu yang cocok untuk menghubungi atau mendatangi konsumen [jemput bola] adalah hal mendasar yang mesti dilakukan usaha kita. Jika sporadis atau asal-asalan akan memberikan kesan kurang baik. Kebayang gak, saat menawarkan produk souvenir di saat konsumen lagi ga mood ? Bisa-bisa kita kena damprat.Kalau memang harus presentasi tentang produk atau layanan jasa kita, coba aja telpon lebih dahulu tanyakan kapan ada waktu.2. Perhatikan Tagline Produk. Apapun usaha kita, mulai dari produk makanan, minuman atau jasa tentunya memerlukan kegiatan promosi yang tepat. Bentuk yang paling sederhana misalnya dengan menyebarkan brosur atau Katalog. Saat membuat tagline produk , maka kalimatnya harus jelas, singkat, langsung diingat dan gak ber tele-tele. Secara desain, ya harusnya sih eye catching. Tujuannya agar konsumen gak ragu dan yakin dalam mengambil keputusan menggunakan produk yang kita pasarkan.3. Potongan Harga plus pemberian bonus. Diskon atau potongan harga kadang dicari oleh konsumen. Tapi bagi kita, pelaku usaha, pemberian diskon dan bonus harus dipikirkan kapan diberikan kepada konsumen. Waktu yang paling tepat adalah saat penjualan menurun selain adanya strategi dari pesaing yang sedang melakukan kegiatan promosi.
Potongan harga dan mekanisme bonus harus berdasarkan rencana dan alasan-alasan yang benar dan tepat. Jangan sampai, kegiatan memberikan potongan harga dan bonus ini malah memberikan kesan produk atau jasa layanan kita dianggap tidak bagus oleh konsumen.4. Buat Daftar Konsumen.Kenapa ? Hal ini untuk membedakan konsumen atau pelanggan mana saja yang perlu didekati dan diingatkan tentang produk dan jasa kita. Ingat, tidak semua konsumen diperlakukan atau dilayani dengan cara yang sama baik individu atau kelompok. Ada skala prioritas dan caranya masing-masing.5.Intensitas Komunikasi. Jangan bosan berkomunikasi dengan konsumen dalam bentuk apapun. Apalagi usaha kita sudah mempunyai banyak pelanggan. Lakukan komunikasi dengan berbagai cara. On line, SMS, imel, BBM. Beritahukan kepada konsumen kita tentang, misalnya, kenaikan harga, produk baru, potongan harga, program khusus dan sebagainya.6. Siapa Konsumen Kita ? Sebelum melakukan pemasaran, target siapa konsumen atau pelanggan usaha kita harus direncanakan dengan jelas. Mereka yang akan menjadi konsumen kita, harus jelas, akurat dan memiliki potensi dengan daya belinya.7. Bisnis berjangka panjang. Pelaku usaha dan orang-orang pemasaran pasti sudah sadar sejak awal bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang terus berjalan, jangka panjang. Faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap bisnis kita adalah kepercayaan konsumen. Segitu pentingnya trust konsumen. Hindari ngadalin konsumen soal produk dan layanan usaha kita. Jujurlah soal potongan harga, layanan, dan hal lain.
Selamat mencoba memasarkan produk dan hati-hati jangan membuat kesalahan. Sedikit salah dengan konsumen bakalan ribet. Ujung-ujungnya usaha kita akan ditinggalin konsumen.
Langganan:
Komentar (Atom)