Senin, 18 November 2013

Yang Perlu Diperhatikan Dari Pemasaran Produk Jasa Perbankan



Kita tentunya telah mengenal Marketing Mix, yaitu bauran pemasaran yang terdiri dari 4 P: Product, Price, Promotion dan Place. Untuk perusahaan Jasa ditambah 2 P lagi, yaitu: People dan Process. Bagaimana penerapan bauran pemasaran pada pada produk dan jasa Bank? Serta apakah yang disebut dengan Triangle Marketing?
Dari berbagai sumber bacaan, dari seminar, mengikuti pelatihan, saya akan mencoba menjelaskan dan sharing tentang hal di atas.
a. Penerapan Bauran Pemasaran pada Produk dan Jasa Bank
Pembahasan penerapan bauran pemasaran pada produk dan jasa perbankan dapat dilihat sebagai berikut:
  1. Product. Yang penting diperhatikan dalam desain dan produk jasa Bank adalah atribut yang menyertai, seperti : sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa Bank juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.
  2. Price. Pengertian harga dalam produk dan jasa Bank, berupa kontra prestasi dalam bentuk suku bunga, baik untuk produk simpanan maupun pinjaman, serta fee untuk jasa-jasa perbankan.
  3. Promotion. Kegiatan promosi pada produk dan jasa Bank pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion, public relation, sales trainning, marketing research & development.
  4. Place. Atau disebut juga saluran distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa Bank, berupa Kantor Cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat dilakukan melalui saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan internet.
  5. People. Ciri bisnis bank adalah dominan nya unsur personal approach, baik dari jajaran front office, back office sampai tingkat manajerial. Para pekerja Bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal.
  6. Process. Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan yang diberlakukan oleh Bank terhadap produk dan jasa Bank. Sistem dan prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat, walaupun bagi Bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.
b. Pemasaran produk dan jasa Bank menggunakan Triangle Marketing.
Di dalam memasarkan produk dan jasa Bank, maka Bank berusaha memuaskan nasabahnya, agar tidak berpaling pada pesaing. Di dalam konsep pemasaran produk dan jasa perbankan, dikenal istilah Triangle Marketing, yaitu meliputi berbagai kegiatan pemasaran, yang satu dan lainnya saling berinteraksi secara optimal.
Kegiatan pemasaran yang saling berinteraksi digolongkan menjadi tiga, yaitu:
  • Internal Marketing (IM)
  • Eksternal Marketing (EM) dan
  • Interactive Marketing (ITM)
Internal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara employee dan Bank. Agar bisa memasarkan produk Bank, maka Bank tidak boleh melupakan para karyawannya, mereka harus diberikan sosialisasi tentang produk dan jasa Bank apa saja yang dapat dipasarkan kepada nasabah. Dengan demikian para karyawan dapat memahami semua produk dan jasa yang ditawarkan Bank nya, dan dapat membantu memberikan informasi kepada nasabah jika diperlukan.
Eksternal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara nasabah dengan Bank. Hubungan langsung antara nasabah dan Bank pada umumnya melalui petugas front office atau Customer Service. Disini petugas front office akan berusaha memberikan penjelasan tentang prosuk dan jasa Bank secara terinci. Berhasil tidaknya nasabah membeli produk dan jasa bank, akan sangat dipengaruhi dari hasil pelayanan petugas yang berada di jajaran front office.
Interactive Marketing, adalah garis yang menghubungan antara employee dan customer (nasabah). Disini employee atau karyawan, harus memahami produk dan jasa Bank nya, agar dapat ikut serta membantu program pemasaran, dan menjelaskan dengan menarik dan benar bila ada pihak luar atau nasabah yang ingin mengetahui produk dan jasa Bank di tempat karyawan tadi bekerja. Bayangkan apabila seorang nasabah ingin mencoba produk dan jasa Bank, dan bertanya pada karyawan yang bekerja di Bank tersebut, namun karyawan tersebut malah memberikan efek yang negatif, tentu nasabah tidak akan membeli produk dan jasa Bank di Bank tersebut.
Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya, agar terjadi layanan prima untuk mencapai tujuan dalam mempertahankan dan menarik para nasabah.
c. Pemasaran berbasis lingkungan
Pemasaran berbasis hubungan, tidak hanya memperlama jangka waktu nasabah dalam berhubungan dengan Bank, namun juga memperbesar aset nasabah yang ditanamkan pada Bank yang bersangkutan.
Persaingan yang makin ketat dalam pemasaran produk dan jasa perbankan, perlu fokus upaya pemasaran dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah lama, melakukan cross selling (penjualan silang), untuk mendapatkan tambahan aset yang ditanamkan pada bank.
Sumber bacaan:
Krisna Wijaya. Pemasaran Produk dan Jasa Perbankan. Bahan ceramah dan kuliah pada Sekolah Staf dan Pimpinan bank (Sespibank). Lppi, Jakarta.


Kamis, 07 November 2013

Bantaeng Butta Toa

Kabupaten Bantaeng pada masa lampau sebenarnya merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh rajanya yang pertama bernama Mula Tau yang bergelar To Toa yang pada waktu itu nama kerajaannya adalah kerajaan Bantayan dengan dibantu oleh 7 pemimpin dari 7 kawasan kerajaan yang berada dikawasan yang dikuasai oleh Raja Mula Tau, tetapi banyak orang yang belum mengetahui daerah bantaeng sebelum terbentuk kerajaan adalah tempat yang seperti apa. Menurut sejarah yang telah dikumpulkan oleh beberapa peneliti atau sejarawan beserta buku-buku sejarah yang menuliskan tentang sejarah ini menyatakan bahwa bantaeng dulunya adalah tempat dimana ribuan bahkan jutaan darah para pejuang dan penjajah tertumpah, bantaeng juga merupakan tempat pembantaian dan pembuangan mayat-mayat manusia yang telah gugur di medan perang maupun korban penganiayaan dari berbagai wilayah di sejumlah kerajaan di sulawesi, sampai sampai bantaeng merupakan daerah yang di keramatkan dan setiap orang yang masuk kedalam kawasannya kadang tidak kembali lagi karena didalamnya penuh dengan bahaya yang tidak mampu diperkirakan oleh orang pada saat itu. Sebenarnya tanah bantaeng merupakan tanah paling tua dan paling banyak mempunyai sejarah dan silsilah, tetapi itu semua sedikit demi sedikit terlupakan dan hilang ditelan waktu dan disembunyikan oleh para raja yang memimpin bantaeng pada masa lampau, asal kata bantaeng sebenarnya adalah "Pembantaian" atau tempat pembantaian sehingga belanda pada saat menjajah wilayah tersebut memberikannya nama "Bonthain".
Pada masa Kerajaan Bantaeng rakyat dipimpin oleh seorang Raja dengan gelar Karaeng, yang mana pada saat itu memiliki kekuasaan yang sangat besar di daerah ini, ada beberapa karaeang yang pernah memerintah di daerah ini yaitu :
Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng, yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi, yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua” :
  1. Sesudah Mula Tau, maka Raja kedua yang memerintah yaitu Raja Massaniaga pada tahun 1293.
  2. Pada tahun 1293 - 1332 dipimpin oleh To Manurung atau yang bergelar Karaeng Loeya.
  3. Tahun 1332 - 1362 dipimpin oleh Massaniaga Maratung.
  4. Tahun 1368 - 1397 dipimpin oleh Maradiya.
  5. Tahun 1397 - 1425 dipimpin oleh Massanigaya.
  6. Tahun 1425 - 1453 dipimpin oleh I Janggong yang bergelar Karaeng Loeya.
  7. Tahun 1453 - 1482 dipimpin oleh Massaniga Karaeng Bangsa Niaga.
  8. Tahun 1482 - 1509 dipimpin oleh Daengta Karaeng Putu Dala atau disebut Punta Dolangang.
  9. Tahun 1509 - 1532 dipimpin oleh Daengta Karaeng Pueya.
  10. Tahun 1532 - 1560 dipimpin oleh Daengta Karaeng Dewata.Tahun 1560 - 1576 dipimpin oleh I Buce Karaeng Bondeng Tuni Tambanga.
  11. Tahun 1576 - 1590 dipimpin oleh I Marawang Karaeng Barrang Tumaparisika Bokona.
  12. Tahun 1590 - 1620 dipimpin oleh Massakirang Daeng Mamangung Karaeng Majjombea Matinroa ri Jalanjang Latenri Rua.
  13. Tahun 1620 - 1652 dipimpin oleh Daengta Karaeng Bonang yang bergelar Karaeng Loeya.
  14. Tahun 1652 - 1670 dipimpin oleh Daengta Karaeng Baso To Ilanga ri Tamallangnge.
  15. Tahun 1670 - 1672 dipimpin oleh Mangkawani Daeng Talele.
  16. Tahun 1672 - 1687 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Baso ( kedua kalinya ).
  17. Tahun 1687 - 1724 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Ngalle.
  18. Tahun 1724 - 1756 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Manangkasi.
  19. Tahun 1756 - 1787 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Loka.
  20. Tahun 1787 - 1825 dipimpin oleh Ibagala Daeng Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang.
  21. Tahun 1825 - 1826 dipimpin oleh La Tjalleng To Mangnguliling Karaeng Tallu Dongkonga ri Bantaeng yang bergelar Karaeng Loeya ri Lembang.
  22. Tahun 1826 - 1830 dipimpin oleh Daeng To Nace ( Janda Permaisuri, Kr. Bagala Dg. Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang ).
  23. Tahun 1830 - 1850 dipimpin oleh Mappaumba Daeng To Magassing.
  24. Tahun 1850 - 1860 dipimpin oleh Daeng To Pasaurang.
  25. Tahun 1860 - 1866 dipimpin oleh Karaeng Basunu.
  26. Tahun 1866 - 1877 dipimpin oleh Karaeng Butung.
  27. Tahun 1877 - 1913 dipimpin oleh Karaeng Panawang.
  28. Tahun 1913 - 1933 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi.
Cuma ini yang bisa saya tuangkan dalam goresan kata berupa ilmu pengetahuan sejarah mudah2an bermanfaat untuk menambah keingin tahuan kita terhadap sejarah wilayah Kabupaten Bantaeng. mohon saran dalam bentuk membangun, demi perbaikan informasi kedepannya.

Rabu, 06 November 2013

7-Hal Penting Memasarkan Produk

Kegiatan pemasaran atau memasarkan sebuah produk atau jasa tidak semata-mata bagaimana menjual dan memperoleh profit diakhir aktifitas itu. Kegiatan memasarkan atau marketing adalah kegiatan untuk memberitahu dan menawarkan dan menjual produk atau jasa yang diperlukan konsumen.Yang perlu diperhatikan adalah produk atau jasa tersebut ditawarkan kepada pasar atau konsumen yang tepat, sesuai target marketnya. Kita tidak mungkin menawarkan produk yang jauh dari kebutuhan konsumen. Berasa gak nyambung aja.Kata orang, kegiatan pemasaran adalah kegiatan diagnosa. Kita, yang punya produk, harus tahu betul apa yang diinginkan konsumen, sehingga ‘obat’ bisa diberikan dengan tepat. Jangan sampai, obatnya mahal tapi gak tepat penggunaanya, sehingga akan sia-sia dalam waktu dan biaya.Seheboh apapun kegiatan menawarkan sebuah produk atau layanan jasa kepada konsumen yang sama-sekali tidak tepat adalah tindakan yang kurang tepat. Pertama-tama, agar semuanya tepat, produk yang akan ditawarkan harus berdasarkan pengetahuan tentang kebutuhan pasar.Ada beberapa hal dalam memasarkan produk atau jasa usaha kita yang perlu diperhatikan sebelum menjadi kesalahan fatal.1. Tentukan waktu yang tepat. Yup. Tentukan kapan waktu yang cocok untuk menghubungi atau mendatangi konsumen [jemput bola] adalah hal mendasar yang mesti dilakukan usaha kita. Jika sporadis atau asal-asalan akan memberikan kesan kurang baik. Kebayang gak, saat menawarkan produk souvenir di saat konsumen lagi ga mood ? Bisa-bisa kita kena damprat.Kalau memang harus presentasi tentang produk atau layanan jasa kita, coba aja telpon lebih dahulu tanyakan kapan ada waktu.2. Perhatikan Tagline Produk. Apapun usaha kita, mulai dari produk makanan, minuman atau jasa tentunya memerlukan kegiatan promosi yang tepat. Bentuk yang paling sederhana misalnya dengan menyebarkan brosur atau Katalog. Saat membuat tagline produk , maka kalimatnya harus jelas, singkat, langsung diingat dan gak ber tele-tele. Secara desain, ya harusnya sih eye catching. Tujuannya agar konsumen gak ragu dan yakin dalam mengambil keputusan menggunakan produk yang kita pasarkan.3. Potongan Harga plus pemberian bonus. Diskon atau potongan harga kadang dicari oleh konsumen. Tapi bagi kita, pelaku usaha, pemberian diskon dan bonus harus dipikirkan kapan diberikan kepada konsumen. Waktu yang paling tepat adalah saat penjualan menurun selain adanya strategi dari pesaing yang sedang melakukan kegiatan promosi.
Potongan harga dan mekanisme bonus harus berdasarkan rencana dan alasan-alasan yang benar dan tepat. Jangan sampai, kegiatan memberikan potongan harga dan bonus ini malah memberikan kesan produk atau jasa layanan kita dianggap tidak bagus oleh konsumen.
4. Buat Daftar Konsumen.Kenapa ? Hal ini untuk membedakan konsumen atau pelanggan mana saja yang perlu didekati dan diingatkan tentang produk dan jasa kita. Ingat, tidak semua konsumen diperlakukan atau dilayani dengan cara yang sama baik individu atau kelompok. Ada skala prioritas dan caranya masing-masing.5.Intensitas Komunikasi. Jangan bosan berkomunikasi dengan konsumen dalam bentuk apapun. Apalagi usaha kita sudah mempunyai banyak pelanggan. Lakukan komunikasi dengan berbagai cara. On line, SMS, imel, BBM. Beritahukan kepada konsumen kita tentang, misalnya, kenaikan harga, produk baru, potongan harga, program khusus dan sebagainya.6. Siapa Konsumen Kita ? Sebelum melakukan pemasaran, target siapa konsumen atau pelanggan usaha kita harus direncanakan dengan jelas. Mereka yang akan menjadi konsumen kita, harus jelas, akurat dan memiliki potensi dengan daya belinya.7. Bisnis berjangka panjang. Pelaku usaha dan orang-orang pemasaran pasti sudah sadar sejak awal bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang terus berjalan, jangka panjang. Faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap bisnis kita adalah kepercayaan konsumen. Segitu pentingnya trust konsumen. Hindari ngadalin konsumen soal produk dan layanan usaha kita. Jujurlah soal potongan harga, layanan, dan hal lain.
Selamat mencoba memasarkan produk dan hati-hati jangan membuat kesalahan. Sedikit salah dengan konsumen bakalan ribet. Ujung-ujungnya usaha kita akan ditinggalin konsumen.